Sabtu, 14 April 2012

Manusia dan Cinta Kasih

manusia dan cinta kasih

Assalammualikum Wr. Wb    
 
Manusia dan Cinta Kasih


1.   Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif  yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian,memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut. Cinta adalah rasa sangat suka dan sayang atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

A. Unsur-Unsur Cinta
Dalam bukunya Seni Mencintai, Erich Fromm menyebutkan bahwa cinta ituterutama memberi bukan menerima. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu yaitu:
a)   Pengasuhan, contohnya adalah cinta seorang ibu kepada anaknya
b)  Tanggung Jawab, adalah tindakan yang benar-benar berdasar atas suka rela, oleh karenaitu tanggung jawab merupakan penyelenggaraan atas kebutuhan fisik.
c)   Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadiorang lain, terutama agar mau membuka dirinya, memperhatikan sebagaimana adanya.
d)  Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.

Pengertian tentang cinta juga diungkapkan oleh Dr. Salito W. Sarwono dalam artikel yang berjudul Segitiga Cinta, bukan cinta segitiga. Dikatakan bahwa cinta yangideal memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, kemesraan.
a)   Keterikatan yaitu adanya perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai, segala prioritas hanya untuk dia.
b)  Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan formal digantikan dengan sekedar memanggil nama, atau sebutan lain seperti lain seperti sayang, makan/minum dari satu piring/cangkir, tidak saling menyimpan rahasia.
c)    Kemesraan yaitu rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kengen apabila jauh atau lama tidak bertemu, ucapan-ucapan yang mengatakan sayang, saling mencium, dan merangkul. 
Selain memiliki unsur, cinta juga memiliki tingkatan. Umumnya cinta memiliki 3 tingkatan, yaitu:
a)   Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalanAllah.
b)  Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suamidan kerabat.
c)   Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga,kerabat, harta, dan tempat tinggal.

2.   Cinta Menurut Ajaran Agama
Selain pengertian yang dikemukakan oleh Dr. Sarlito, lain halnya pengertian cintayang dikemukakan oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintaikekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Di dalam kitab suci Al-Qur’an, ditemui adanya fenomena cinta yang tersembunyidi dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan : Tinggi, menengah dan rendah.Tingkatan cinta tersebut diatas adalah berdasarkan firman Alloh dalam surah At-Taubahayat 24 yang artinya : “Katakanlah : jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamukhawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasulnya dan berjihad di jalannya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepadaorang-orang fasik.” Berikut ini adalah contoh-contoh dari cinta menurut agama:
a)  Cinta Diri
Cinta Diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Al-Qur’an telah mengungkpkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecenderungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari diri dari segala sesuatu yang membahayakan kesalahan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammd SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hl gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
b)  Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Allah ketika member isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menurus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu.
c)   Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama ntara suami dan istri. Ia merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga :
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. QS, Ar-Rum, 30:21). Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksual terbentuk keluarga.
d)  Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh iktan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-ankanya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan, melaikan dorongan psikis.
Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kasih nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta. Kasih sayang, dan belas kasihan, untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak :
“…Dan nuh memanggil anaknya – sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil – : “Hai…anakku, naiklah (kekapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang yang kafir”.(QS, Yusuf, 12:84)

e)   Cinta Kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang ditulis Allah sebagai rahmh bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkt ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.

3.   KASIH SAYANG.
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karanganW.J.S.Poerwardarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepadaseseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntuttanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, salingterbuka, sehingga keduaanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
 Kasih Sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua. Pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lebih dari kasih sayang dan perhatian orang tua. Suatu hubunan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak. Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebalikya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
a.   Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-materiil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa memberikan respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani dalam masyarakat, tidak berani menyatakan pendapat, minder, sehingga si anak tidak mampu berdiri sendiri di dalam masyarakat.
b.  Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini di berikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingakah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
c.    Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif.
Disini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur jika tidak perlu. Orang tua hanya memenuhi dalam bidang materi saja.
d.  Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai, saling menghargai, saling membutuhkan.
http://satriowisnu.blog.com/2010/04/18/manusia-dan-cinta-kasih-tugas-ibd/

4.   KEMESRAAN
Kemesran berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang mendalam. Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya kasihmengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, isterlempar keluar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain”.Kemampuan mencintai memberi nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalammenentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.Dari uraian di atas terlihat betapa agung dan sucinya cinta itu. Bila seorang mengobralcinta, maka orang itu termasuk nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinnyasendiri. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraanorang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

5.   PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada tuhannya yangdiwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada tuhanadalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Pemujaan-pemujaan itusebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini berartimanusia mohon ampun atas segala dosanya. Mohon perlindungan, mohon dilimpahkankebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekutanganyang ada padanya, dan lain-lain.

6.   BELAS KASIHAN
Belas kasihan, welas asih, atau kepedulian adalah emosi manusia yang muncul akibat penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada empati, perasaan ini biasanya memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang lain.

A. Cara-cara Menumpahkan kasih sayang
Dalam kehidupan, banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita untuk menumpahkan belas kasihan. Yang perlu kita kasihani antara lain:
a.   Yatim Piatu
b.   Pengemis
c.    Fakir miskin
d.   Orang-orang sakit parah dan tidak mampu

Berbagai macam cara orang  memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi, antara lain:
a)   Memberikan uang
b)  Memberikan pakaian
c)   Memberikan makanan
d)  Memberikan barang,dll.

7.   Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, Kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta  kasih tersebut bersifat bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Sumber: http://www.ujank.web.id/Coretan-Tugas/manusia-dan-cinta-kasih.html
Wassalammualaikum.Wr. Wb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar